Resik Resik Bumi ….

salah seorang peserta resik resik dengan telaten berjabat tanagn dengan rumput

Hari Bumi telah berlalu sekian hari, berbondong bondong berbagai organisasi dan instansi turut menyambut hari bumi tepat pada waktunya dengan kegiatan kegiatan menarik dan besar sekali. 22 april lalu kampus Universitas Diponegoro pun ikut serta meramaikan dengan car free day dan penanaman di sekitar kampus bersama seluruh mahasiswa yang mendatanginya.

Tidak ada  kata telat bagi kami untuk mengadakan sebuah kegiatan, walaupun kami juga mengikuti beberapa acara hari bumi, tapi telah direncanakan untuk bersih bersih dan penanaman di area kampus fakultas Sains dan matematika tercinta bersama teman teman organisasi pecinta alam se fakultas diantaranya Mafipala,Transpala, sherpa dan Kmpl (Kelompok Mahasiswa Peduli Lingkungan) Biologi, beberapa OPA lain tidak bisa mengikuti karena berbagai hal dan kesibukan sehingga teman teman tidak dapat mengikuti. Dua kali kegiatan hari bumi sejak tahun kemarin Haliaster sebagai inisiator dalam kegiatan bersama ini tidak lain untuk memperingati hari bumi dengan resik resik kampus dan menyambung silaturohim antar OPA se Fakultas ” Kan lucu, masak se fakultas aja kita tidak tahu menahu dan kegiatan bareng …”begitu ucap salah satu peserta dari anggota Haliaster.

 

sapu, tong sampah, cangkul, linggis menjadi saksi atas tingkah laku kami sabtu pagi di kampus dengan tiada perbekalan sesuap nasi dalam perut tapi hanya dengan kata semnangat kami menanggalkan rasa kantuk, lapar dan dahaga kami hanya untuk bumi ( hahahah …. gaya). kami bergambung berbaur bersama membagi kelompok kelompok yang didalamnya harus ada perwakilan tiap organisasi  dan diwajibkan saling mengenal satu dengan yang lain, walaupun ada beberapa peserta tidak membawa peralatan dan akhirnya berbagai akal dipakai.

Tepat pukul 12 siang, kami bersama telah menyelesaikan dengan bersih dan mengkilap dan saatnya kita berkumpul bersama dalam satu tikar, satu bangku dan tidak sampai satu badan ( hehehe) perkenalan tiap peserta lebih lanjutsari yang paling muda sampai yang paling tua serta pesan kesan terhadap kegiatan bersama ini. puncak dalam kegiatan ini ialah dapat menjaga kelestarian alam terus menerus sampai kapan pun, membudayakan kampus bersih dengan membuang sampah pada tempatnya serta mengajak kawan kawan mahasiswa FSM Undip lainnya ikut serta dalam pembudayaan ini dan yang tidak kalah penting ialah memperkokoh persatuan dan persaudaraan OPA Se FSM Undip.

salam dari kami Haliaster 2012

Salam Lestari !!

 

Did you like this? Share it:
Posted in Kegiatan | Tagged , , , | Leave a comment

“Sarinah” yang mungkin disayang, “sarinah” yang malang….

“ Sarinah pergi ke pasar!!!!!……….. Sarinah mendorong grobak!!!……. Ayo Sarinah dipakai topengnya, ayo sarinah, ayo, ayo!!!!!!! (sedikit memaksa sambil sesekali menarik rantai yang mengikat leher Sarinah)”. Demikianlah berulang kali Roma (bukan nama sebenarnya), dengan lantang penuh semangat memerintah “Sarina” melakukan atraksi-atraksi guna menghibur orang-orang  di sekitar agen bus yang mulai jenuh karena bus yang akan ditumpanginya tak kunjung datang. “Loncat Sarinah, loncat!!!,,loncat loncat!!!ayo Sarinah,… (Roma kembali berteriak sambil menarik-narik rantai Sarinah)…. Tidak mau mengecewakan majikannya atau mungkin takut nantinya tidak mendapat makan, Sarinah pun mulai beraksi mengikuti kata majikannya. Berlari-berlari, melompat-lompat, memakai topeng, kemudian mendorong gerobaknya, beberapa atraksi yang dipertontonkan Sarinah siang itu. Atraksi lucu dan menggemaskan yang dilakukan Sarinah tidak jarang menimbulkan gelak tawa orang-orang yang menyaksikannya siang itu. Merasa terhibur penonton pun melemparkan pisang (untuk Sarinah) dan kepingan recehan untuk majikannya. Ketika gerakanmu mulai melambat, si majikan tidak segan untuk menarik-narik rantai dan mengeluarkan umpatan. “ *su, *su, *su, binatang gobl*k !!!”, teriak si majikan. Tidak jarang mungkin kamu mendapat perlakukan yang tidak berkepribinatangaan dari orang-orang yang merasa kurang terhibur dengan atraksimu. Siapalah kamu, toh kamu hanya seekor monyet yang derajatnya jauh dibawah manusia (menurut mereka yang tidak berkpribinatangan)

 

 

"Marah"........ Sarinah terlihat marah ketika lemparan pisang penonton mengenai tubuhnya.

Aksi "Sarinah" ketika menarik gerobak kecilnya guna menghibur para penonton.

Sarinah…Sarinah…..Malang nasibmu……..Hidupmu bergantung pada seorang majikan yang  mungkin telah lelah mencari penghidupan lebih layak hingga mengambil jalan pintas memburu dari tempat tinggalmu dan memanfaatkanmu demi mengisi perutnya.“ Ada rupiah kamu mungkin disayang, tidak ada rupiah malanglah nasibmu”. Apabila hari ini kamu menampilkan atraksi menarik dan menghasilkan banyak rupiah mungkin sang majikan akan memberimu sebuah pisang, itupun apabila sang majikan tidak lupa memberimu makan, karena mungkin masih ada beberapa perut lagi (keluarga) yang harus dia isi dengan makanan. Tapi ketika kamu tidak mampu menghasilkan rupiah, bersiap-bersiaplah meronta-ronta kelaparan di dalam kandang sempit dengan leher terantai, atau mungkin yang paling fatal kamu akan dijadikan menu untuk mengisi perut majikan. Sarinah kelak ada kesempatan untuk melarikan diri, larilah pulang ke tempat tinggal aslimu, dan teruslah berdoa, agar ketika kamu lupa jalan pulang bertemu dengan seorang yang berkepribinatangan yang akan mengembalikanmu ke tempat asalmu.

Sambil mengenakan topeng, "Sarinah" mencoba melarikan diri, hingga membuat si majikan geram dan menarik rantainya.

Topeng monyet merupakan salah satu bentuk eksploitasi terhadap satwa

Did you like this? Share it:
Posted in Umum | Leave a comment

Pelatihan Analisa Suara

Mendengar kicuan burung merupakan lagu yang terindah  terdengar diantara belantara alam bahkan mampu mengurangi kejenuhan dari berbagai kebisingan kendaraan berrmotor ataupun mobil, bisa juga dari nada fals nyanyian orang . bahkan telah banyak festival kicauan burung yang diperlombakan dan hadiahnya pun mencapai jutaan rupiah, sungguh sangat istimewa sekali dan gundah di hati pun kian sirna ….

            Banyak suara yang merdu ataupun fals secara sekilas pun kita dapat membedakan mana yang merdu ataupun tidak,  tetapi jika dilirik lebih dalam, apa yang membedakan antara merdu maupun fals seakan kita tak bisa mendeskripsikan antara merdu maupun tidak. seakan itu hanyalah khayalan dalam pikiran kita tetapi melalui telinga kita dapat merasakan antara merdu ataupun tidak. Semakin penasaran jika hanya sebatas itu hanya sebatas mendengar saja tapi kita tidak tahu bahwa itu apa?dan  bagaimana?

            Siang yang redup haliasterian berkumpul dipersandingkan dengan Bapak Karyadi Baskoro yang merupakan Pembina dari Haiaster tersebut lalu memberikan sedikit applied sound analisys ,”wah sangat super ini “ ucap seperti MarioTeguh . beberapa aplikasi dapat digunakan untuk menganalisa suara tersebut dalam cangkupannya ialah burung sebagai tambahan untuk identifikasi jenis burung tersebut , walaupun dapat digunaka analisa jenis suara apapun bahkan sampai kentut pun kayaknya perlu dianalisa

.

            Dari  sonogram sampai spektogram dijelaskan dengan rinci untuk dapat mengkonversi suara menjadi visual, dari rendah frekuensi hingga ke tinngi frekuensi dijelaskan dengan gamblang. Salah satu contoh yang dipakai adalah Cooledit2000 sudah cukup standar untuk visualisasi suara tersebut. Dan  tidak kalah penting ialah alat perekam juga, “ana bondo ana rupo” kata Pak Bas, semua ada spesifikasi keunggulan masing masing tergantung mana yang akan kita gunakan …

            Semoga pelatihan ini bermanfaat kepada para haliasterian dan berbagai pihak yang mengikutinya …

Salam Lestari Haliaster ……

Did you like this? Share it:
Posted in Kegiatan | 3 Comments

Harapan kita untuk bumi tercinta

Haliaster sudah berumur 22 tahun. Hmm ngga terasa yah,.

Haliaster sudah melewati banyak hal, banyak event, banyak moment bersejarah yang telah dilaluiya selama 22 tahun. Di ulangtahunnya yang ke-22 ini Haliaster akan mengadakan satu lagi event yang besar… :)

Demi memeriahkan acara ulang tahun Haliaster ke -22 di adakannya beberapa acara seperti Launching web, Talkshow dengan BKSDA, Expo, Bazar serta Lomba Fotografi.

Haliaster present:

  • LOMBA FOTOGRAFI

Lomba fotografi ini terbuka untuk umum, siapa pun dapat mendaftarkan diri ke sekretariatan HALIASTER  di laboratorium biologi lt. 3 FMIPA UNDIP

Biaya pendaftaran hanya  Rp 20.000 /poto

Bagi kamu –kamu yang mau mendaftarkan lebih dari 1 poto , silahkaaaan~

Kalau ngga sempet buat ke sekretariatan HALIASTER tapi pengen banget ikut nih lomba,  formulir  dapat di donlot formulir lomba fotografi

Dan biaya pendaftaran dapat di transfer ke bank BNI

NO rekening :  017-76-1498-5

Atas nama : Tri Wijiastuti

Kalau udah transfer tolong konfirmasi yah ke

Ninil : 085693242111

 

Did you like this? Share it:
Posted in Umum | Leave a comment

Rhacophorus reintwardtii, katak pohon hijau bagaimana nasibmu kelak….

Senin, 31 Oktober, penat dengan menulis T.A (Tugas Akhir) yang tidak selesai-selesai (bukan karena saya malas, hanya saja mood menulis yang turun naik.heheh) iseng saya pergi mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan Kota Semarang, di sekitar daerah simpang 5. Buka maksud melirik SPG-SPG jelita yang mengenakan rok yang terlalu pendek dan ketat, ataupun melihat siswi-siswi SMA yang lalu lalang di hadapan saya, kali ini niat saya ingin mengunjungi pet shop yang terletak di sudut pusat perbelanjaan ini. Betapa kagetnya saya, ketika melihat di dalam sebuah kotak yang ukuran sedang terdapat didalamnya katak pohon hijau, Rhacophorus reintwardtii, sepasang jantan dan betina. Sepengetahuan saya selama ini jenis jenis amfibi yang dijual di pet shop adalah jenis-jenis introduksi dari luar.

Rhacophorus reintwardtii sendiri merupakan jenis katak pohon yang berukuran kecil sampai sedang, dengan tubuh berwarna hijau serta tangan dan kakinya yang berwarna kuning atau orange (Iskandar,1998). Jenis ini sendiri bukan merupakan jenis yang sukar untuk dijumpai di alam. Berdasarkan kegiatan Haliaster selama melakukan eksplorasi di sekitar G.Ungaran, persebaran jenis ini dijumpai di Bandungan, peromasan, gonoharjo, semirang, Medini,. Menurut Iskandar (1998), jenis ini biasanya terdapat di hutan primer atau sekunder, dan lebih umum lagi dijumpai pada ketinggian antara 250-1200 m di atas permukaan laut.

Rhacophorus reintwardtii.

Warna yang unik dan mencolok ini mungkin merupakan daya tarik tersendiri bagi para pencinta binatang, menjadikannya sebagai hewan peliharaan, terlebih lagi karakteristiknya yang suka melompat, hinggap diranting atau melekat di kayu dapat memberikan hiburan untuk mata yang melihatnya. Saat ini mungkin jumlah jenis ini di alam masih melimpah, tapi lihatlah kelak apabila perburuan masih merajarela dan pihak-pihak yang berwenang hanya diam saja melihat fenomena “perburuan” bukan tidak mungkin jenis ini hanya akan menjadi cerita keberadaannya di alam keesokan harinya. Seperti salah satu jenis amfibi lainnya yang telah masuk kategori Endagered (IUCN)  hampir punah Limnonectes macrodon. Jenis ini banyak dicari oleh para pemburu untuk dijual kepada pengepul dan dijadikan konsumsi, karena ukurannya yang besar. Sangat ironi sekali, kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa ini, malah dimusnahkan oleh masyarakatnya sendiri, untuk itu penting sekali bagi kita semua, khususnya akademis memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang arti penting dari kekayaan alam yang ada di bangsa ini serta bagaimana mengelolanya dengan arif dan bijaksana.

Limnonectes macrodon. Katak yang mulai terancam punah, akibat dari perburuan.

 

Ditulis Oleh : Deny Anak Ilang.

Did you like this? Share it:
Posted in Biodiversitas | Leave a comment