“ Sarinah pergi ke pasar!!!!!……….. Sarinah mendorong grobak!!!……. Ayo Sarinah dipakai topengnya, ayo sarinah, ayo, ayo!!!!!!! (sedikit memaksa sambil sesekali menarik rantai yang mengikat leher Sarinah)”. Demikianlah berulang kali Roma (bukan nama sebenarnya), dengan lantang penuh semangat memerintah “Sarina” melakukan atraksi-atraksi guna menghibur orang-orang di sekitar agen bus yang mulai jenuh karena bus yang akan ditumpanginya tak kunjung datang. “Loncat Sarinah, loncat!!!,,loncat loncat!!!ayo Sarinah,… (Roma kembali berteriak sambil menarik-narik rantai Sarinah)…. Tidak mau mengecewakan majikannya atau mungkin takut nantinya tidak mendapat makan, Sarinah pun mulai beraksi mengikuti kata majikannya. Berlari-berlari, melompat-lompat, memakai topeng, kemudian mendorong gerobaknya, beberapa atraksi yang dipertontonkan Sarinah siang itu. Atraksi lucu dan menggemaskan yang dilakukan Sarinah tidak jarang menimbulkan gelak tawa orang-orang yang menyaksikannya siang itu. Merasa terhibur penonton pun melemparkan pisang (untuk Sarinah) dan kepingan recehan untuk majikannya. Ketika gerakanmu mulai melambat, si majikan tidak segan untuk menarik-narik rantai dan mengeluarkan umpatan. “ *su, *su, *su, binatang gobl*k !!!”, teriak si majikan. Tidak jarang mungkin kamu mendapat perlakukan yang tidak berkepribinatangaan dari orang-orang yang merasa kurang terhibur dengan atraksimu. Siapalah kamu, toh kamu hanya seekor monyet yang derajatnya jauh dibawah manusia (menurut mereka yang tidak berkpribinatangan)
Sarinah…Sarinah…..Malang nasibmu……..Hidupmu bergantung pada seorang majikan yang mungkin telah lelah mencari penghidupan lebih layak hingga mengambil jalan pintas memburu dari tempat tinggalmu dan memanfaatkanmu demi mengisi perutnya.“ Ada rupiah kamu mungkin disayang, tidak ada rupiah malanglah nasibmu”. Apabila hari ini kamu menampilkan atraksi menarik dan menghasilkan banyak rupiah mungkin sang majikan akan memberimu sebuah pisang, itupun apabila sang majikan tidak lupa memberimu makan, karena mungkin masih ada beberapa perut lagi (keluarga) yang harus dia isi dengan makanan. Tapi ketika kamu tidak mampu menghasilkan rupiah, bersiap-bersiaplah meronta-ronta kelaparan di dalam kandang sempit dengan leher terantai, atau mungkin yang paling fatal kamu akan dijadikan menu untuk mengisi perut majikan. Sarinah kelak ada kesempatan untuk melarikan diri, larilah pulang ke tempat tinggal aslimu, dan teruslah berdoa, agar ketika kamu lupa jalan pulang bertemu dengan seorang yang berkepribinatangan yang akan mengembalikanmu ke tempat asalmu.






