Menanam Bibit Mangrove untuk Hari Esok

Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.508 pulaun dan panjang pantai kurang lebih sekitar 81.000 km, memiliki sumber daya pesisir yang sangat besar baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Sebagai salah satu ekosistem pesisir, hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik namun juga statusnya rawan dari pengerusakan. Ekosistem ini mempunyai fungsi secara ekologis maupun biologis. Secara ekologis hutan mangrove mempunyai fungsi : pelindung garis pantai, mencegah intrusi air laut, sebagai habitat, tempat mencari makan ,tempat pembesaran, tempat pemijahan bagi biota perairan dan pengatur iklim mikro. Sedangkan ditinjau dari fungsi ekonominya, hutan mangrove berfungsi sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan penghasil bibit. Adanya alih fungsi lahan (mangrove) menjadi tambak, pemukiman, industry, ataupun penebangan pohon-pohon mangrove oleh masyarakat sekitar pesisir untuk memenuhi kebutuhannya akan berdampak pada rusaknya ekosistem ini. Dampak ekologis dari rusaknya ekosistem mangrove ini sendiri adalah hilangnya berbagai macam flora dan fauna yang berasosiasi dengan tumbuhan mangrove, yang jangka panjangnya akan berujung pada terganggunya keseimbangan ekosistem mangrove khususnya dan ekosistem pesisir pada umumnya. Berdasarkan data Direktorat Jendral Rehabilitas Lahan dan Perhutanan Sosial (2001) dalam Gunarto (2004) luas hutan Mangrove di Indonesia pada tahun 1999 diperkirakan mencapai 8.60 juta hektar akan tetapi sekitar 5.30 juta hektar dalam keadaan rusak.

Persentase luas area mangrove di dunia pada tahun 2005

Sosialisasi dan penanaman bibit mangrove

Minggu,30 Oktober, dalam program konservasinya Wapeala UNDIP mengundang rekan-rekan pencinta alam dari berbagai sekolah tingkat menegah atas di Semarang untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dan penanaman bibit mangrove di desa Manguharjo, Tugu, mangkang wetan, semarang. O.P.A Haliaster Biologi Undip yang dalam kesempatan ini mengirim 4 orang (Deny,Aulia,Nanang, dan Mutya) delegasinya guna ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Berfoto bareng, 2 delegasi haliaster berfoto bareng 2 voulenteer asal Selandia Baru.

Hampir 60 persen hutan mangrove di sepanjang pantai Semarang dalam keadaan rusak. Dari luasan 3.600 hektare lahan yang mestinya menjadi hutan mangrove, 2.000 hektare di antaranya ”gundul”. Data tersebut diungkapkan Bapak Tejo, salah satu anggota pemerhati mangrove setempat. Dikatakan, kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak pada percepatan abrasi di kawasan pantai Semarang. ”Rehabilitasi hutan mangrove itu merupakan salah satu langkah yang mendesak untuk dilakukan. Kalau tidak, abrasi akan makin parah,” demikian tambahnya.

Sosialisasi dan penanaman bibit mangrove. Besar harapan agar kegiatan seperti ini dilanjutkan dengan proses monitoring.

Sebanyak 3.000 bibit mangrove hasil sumbangan dari pihak Pertamina,dan Sido muncul ditanam di lokasi. Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dan aplikasinya dalam bentuk praktek lapangan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dalam pemulihan kondisi lingkungan mulai dari hal kecil dan sederhana, yaitu penanaman bibit mangrove. Sangat diharapkan sekali kegiatan-kegiatan bertemakan konservatif seperti ini terus berkembang dikalangan pencinta alam di Semarang, dan tentunya kegiatan penanaman seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, namun penting sekali monitoring keberlanjutan dari bibit-bibit mangrove yang telah ditanam. (Laporan dari Deny Anak Ilang langsung dari TKP).

Did you like this? Share it:
Posted in Konservasi | Leave a comment

Pendidikan Dasar II, Gunung Ungaran 2011

Buat yang sudah membaca cerita Pendas I dari dari Noldy. Sekarang berlanjut ke episode Pendas II. Oh ya buat yang belum baca Cerita Pendas I ada baiknya anda membacanya biar bisa mengikuti alur…..terima kasih

Selamat membaca….

Pagi itu Sabtu, 11 Juni 2011, aku bersiap pagi pagi sekali supaya ga telat lagi seperti pendas 1. Hari itu kami calon Hali XXI bersiap untuk mengikuti pendas 2 yang bertempat di Gunung Ungaran. Kalau di pendas 1 ga ada Gholda sekarang sekarang dia ikut. Tapi sayangnya Eko malah ga ikut. Alasannya klasik ga ada duit. Padahal kita semua sehari sebelumnya udah nyiapin semua perlengkapan bareng-bareng. Eko dicariin ga nongol nongol padahal udah kita siapin barangnya. Pagi pagi pas berangkat ke GSG sempet ketemu Eko di jalan, udah kuajak tapi dia ga mau. Yau dah lah mungkin dia emang udah ga mau. Sampe di GSG udah ada Lukman. Terus Edwin dateng. Disusul Samsul dan Gholda. Setelah semua kumpul akhirnya berangkatlah kita naek truk. Di tengah jalan kita diturunin. Senior yang ikut turun jadi sweeper ada bang Den sama mas Imam. Setelah dibagi 2 kelompok kita bikin yel-yel kilat. Kelompokku bareng Gholda dan Edwin. Kalau Samsul berdua aja sama Lukman. Romantisnyaaaaa. Continue reading

Did you like this? Share it:
Posted in Pendidikan Dasar | Tagged , , , | 2 Comments

Pendidikan Dasar I 2011

Inilaah sedikit cerita pendas dari Calon Haliasterian XXI yang baru (Noldy version a.k.a Sempak). Walau mungkin sedikit telat tapi setidaknya ada yang bisa diceritakan. Selamat membaca!!!!!!!!!

Pagi itu Sabtu, 28 Mei 2011 gue  bangun pagi pagi untuk mengikuti pendas 1. Telat harusnya ngumpul jam 6 pagi tapi malah kesiangan jadi jam setengah 7. Pas bangun masih ga sadar klo pagi itu harus kumpul jam 6 di depan mandiri lama. Baru sadar pas liat hp ada sms dari lukman yang nanyain gue bangun jam berapa. Panik mau ngapain jadi ribet. Belum semua perlengkapan di packing. Gara gara semalem begadang sampe jam 4 jadi kesiangan gini. Sempet ada niat buat ga ikut aja tapi udah terlanjur bales sms lukman. Hahahahaha. Barang barang yang belum dimasukin tas buru buru dimasukkin. Sikat gigi dulu abis itu cuci muka langsung cabut deh ke mandiri lama minta dianter temen kos. Ga mandi dah hahaha. Sampai di mandiri lama, semua udah pada nungguin. Nyame langsung lapor mba Helga abis itu baris buat langsung jalan ke parrkiran belakang kampus MIPA. Kita jalan lewat GSG terus muter lewat kampus D3. Kita jalan jadi satu baris ke belakang. Paling depan mba Mega, kenapa pake ‘mba’ soalnya dia sebenernya udah dilantik tahun lalu tapi ga ikut pendas 1 jadi tahun ini ikut lagi. Jalannya pelan banget, kapan nyampe klo kaya gini. Akhirnya pas sampe GSG, tasnya dituker sama siapa tau lupa. Sampe di parkiran belakang, kita upacara dipimpin sama mba Atikah. Pembinanya mas Nanang. “Sungguh pasangan serasi”. Hehe. Disitu kita bacain komitmen kita untuk Haliaster. Selesai upacara itu, yang merasa punya kesalahan disuruh push up. Ya jelas lah gua pasti push up. Telat ga kira kira hampir sejam. Abis itu kita naik ke lab lantai 3. Continue reading

Did you like this? Share it:
Posted in Kegiatan | Tagged , , , | 1 Comment

Papan kecil untuk informasi yang besar

Selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini Haliaster ikut aktif dalam program pemberian papan nama tumbuhan yang ada di lingkungan kampus Undip. Program ini merupakan program kerjasama antara Undip dengan Fakultas Mipa yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada para khalayak mengenai nama-nama jenis tumbuhan yang berada di kampus Undip.  Pemberian papan nama ini masih sebatas di lingkup Rektorat, Widya Puraya, dan Fakultas MIPA yang kemungkinan besar nantinya akan dilanjutkan untuk seluruh kawasan di Kampus Universitas Diponegoro. Dalam kegiatan ini Jurusan Biologi selaku jurusan yang kompeten dalam bidang ini dipercaya untuk menangani semua yang dibutuhan untuk merealisasikan program pemberian nama jenis-jenis tumbuhan ini. Continue reading

Did you like this? Share it:
Posted in Konservasi | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Pendidikan Lingkungan Untuk Anak

 Salah satu program kerja haliaster ialah pendidikan lingkungan sebagai salah satu wujud dari misi haliaster dan me regenarasi jiwa jiwa konservasionis. Kec. Bangsri kota Jepara merupakan salah satu wilayah menjadi tempat kita mentransferkan ilmu kita terhadap anak anak Mts dengan berbagai macam kegiatan. Continue reading

Did you like this? Share it:
Posted in Kegiatan | Tagged , , , , | Leave a comment